menu tentang kami | daftar | kontak | ketentuan layanan | peta situs
halaman muka
harian
 Berita
 Agenda
 Lowongan Kerja
katalog
solusi
 Solusi TI
 Marketplace
 Stock Lot
bantuan
 Download
 Link
 Forum
member login
userid :
password :

 daftar anggota

berita lengkap

Omzet TPT Jatim Drop 30 Persen
(http://www.jawapos.com, 07 Mei 2007)

SURABAYA - Luberan lumpur PT Lapindo Brantas yang mengganggu jalur distribusi selama setahun terakhir benar-benar memukul industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Sama seperti komoditas lainnya, TPT juga mengalami pembengkakan biaya.

Menurut Josephia Tania, sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jatim, dampak kemacetan akibat lumpur Lapindo menyebabkan penjualan TPT di Jatim merosot 30 persen. Itu karena 50 persen perusahaan TPT berada di Malang. Akibatnya, pengiriman barang terhambat mencapai pelabuhan. "Kemacetan lalu lintas membuat pemenuhan order tidak tepat waktu," katanya kemarin.

Hambatan infrastruktur itu telah menurunkan daya saing TPT, terutama di pasar lokal. Saat ini, industri TPT dalam negeri sedang gencar meningkatkan daya saingnya, terutama dari segi harga terhadap TPT impor. Dia khawatirkan hal itu menurunkan kontribusi TPT Jatim yang mencapai 40-45 persen terhadap pasar nasional.

Akibat kemacetan lalu lintas, biaya pengiriman ke pelabuhan naik dari Rp 1,3 juta menjadi Rp 2 juta. "Tambahan biaya berpengaruh terhadap harga jual TPT, sehingga menurunkan daya saing," ujar Tania. Kesulitan distribusi dan pembengkakan biaya menyebabkan banyak industri TPT gulung tikar, terutama di daerah sekitar lumpur yang berskala UKM. "TPT UKM kesulitan membuka kembali usahanya karena usaha mereka musiman dan volumenya kecil," jelasnya.

Selain pasar dalam negeri, API juga khawatir terhadap pasar ekspor TPT Jatim. Saat ini, ada 200 perusahaan TPT Jatim yang berskala ekspor. Menurutnya, jika pengiriman order telat akibat kemacetan lalu lintas, itu menurunkan kepercayaan buyer di luar negeri.

Sudarmadji, penasehat API Jatim menambahkan, kondisi saat ini bisa memengaruhi ekspor TPT Jatim. Sebab, pertumbuhan ekspor TPT tahun lalu bukan karena meningkatnya volume, tetapi karena naiknya harga TPT dunia dan diduga karena transshipment. "Harga TPT dunia naik 6 persen," sambung mantan ketua API Jatim itu. Volume ekspor TPT Jatim tahun lalu mencapai 40 persen dari total ekspor TPT nasional. (ina)


http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=284212

arsip
Arsip Berita
pencarian
Cari Berita

berita terbaru
Dana restrukturisasi TPT 2008 dipangkas
(http://www.bisnis.com 07 September 2007)
Omzet TPT Jatim Drop 30 Persen
(http://www.jawapos.com 07 Mei 2007)
Tahun Depan, Industri Tekstil Dapat Rp 400 M
(http://www.jawapos.com 30 April 2007)
Peyaluran Subsidi Restrukturisasi TPT Harus Hati-hati
(http://www.bisnis.com 26 April 2007)

(http://www.pikiran-rakyat.com 23 April 2007)

© 2000 textile.web.id