Dana restrukturisasi TPT 2008 dipangkas (http://www.bisnis.com, 07 September 2007) JAKARTA: Departemen Perindustrian kemungkinan akan memangkas alokasi dana subsidi bunga program restrukturisasi permesinan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional pada tahun depan yang sebelumnya ditetapkan Rp400 miliar.
Kemungkinan itu muncul sebagai akibat dari penyerapan yang rendah atas anggaran kerja Depperin yang hingga 30 Juni 2007 ternyata baru terserap 23,65% senilai Rp449,213 miliar.
Penyerapan anggaran yang rendah itu berpotensi menyebabkan pagu anggaran yang diusulkan Depperin Rp2,4 triliun ditolak Depkeu. "Jika belanja anggaran Depperin untuk tahun depan tidak disetujui Depkeu, kondisi itu akan menimbulkan perubahan terhadap plafon dana subsidi restrukturisasi mesin TPT 2008," ujar Dirjen Industri Logam Mesin Tekstil dan Aneka Depperin Ansari Bukhari, kemarin, seusai pembukaan Pameran Internasional Indonesian Textile & Apparel Fair (ITAF) 2007 yang dibuka Wapres Jusuf Kalla.
Menurut Ansari, jika alokasi subsidi itu dipangkas, dikhawatirkan upaya peningkatan produktivitas industri TPT tidak dapat dijalankan optimal karena dana untuk keperluan ini relatif sama dengan tahun lalu yakni Rp255 miliar.
Sebelumnya, kata dia, dalam program restrukturisasi mesin TPT 2008 Depperin berencana mengalokasikan dana subsidi Rp400 miliar atau meningkat Rp145 miliar dibandingkan tahun ini yang hanya Rp255 miliar.
Ansari menjelaskan dalam program restrukturisasi 2007, jumlah perusahaan yang mengajukan subsidi pada skema I (untuk perusahaan skala besar) tercatat sebanyak 83 perusahaan dengan total penyerapan kredit perbankan mencapai hampir Rp2 triliun.
Optimis tercapai
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno mengatakan meski volume ekspor TPT pada semester I/2007 turun 1,1%, pelaku industri tetap optimistis target ekspor bruto US$10,4 miliar akhir tahun ini tercapai.
"Meski volume ekspornya turun, nilainya diprediksi naik 8% dari periode sebelumnya yang US$5,2 miliar. Sebab, dengan harga komoditas primer naik, harga lainnya seperti bahan baku serat rayon juga naik jadi US$3,1 per kg," katanya. (yusuf.waluyo@bisnis.co.id)
Oleh Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia
http://www.textile.web.id/webadmin/article.php?qry=add |